Rabu, 29 Mei 2013

Dominasi Hantu Wanita di Korea Selatan I



Hantu seolah menjadi fenomena universal di seluruh dunia, di mana ketakutan terhadap sosoknya yang misterius adalah hal wajar. Yang menarik meski benang merah eksistensi hantu bisa ditarik, namun mereka hadir berbeda-beda di setiap belahan dunia.

Lalu bagaimana dengan hantu di Korea Selatan? Negeri yang terkenal dengan gingseng serta saat ini booming dengan K-Popnya ini juga memiliki hantu-hantu mereka sendiri. Demikian, sosok yang mendominasi dan kerap diangkat di film horor Korea adalah sosok hantu wanita.

Lalu apa penyebab hantu wanita seolah mendominasi film horor yang diproduksi di Korea Selatan? Tampaknya ini ada hubungannya dengan ungkapan terkenal Korea, 'Jika seorang wanita dipenuhi rasa dendam, ia mampu membekukan bulan Mei dan Juni'.

Dendam mendalam yang tersimpan oleh sosok wanita, digambarkan begitu kuat sehingga bisa membekukan musim panas di bulan Mei dan Juni. Balas dendam dari wanita adalah suatu yang begitu ditakuti di Korea sehingga menjadi object favorit film horor.

Ini juga berkaitan dengan sejarah wanita Korea yang kerap hidup di bawah tekanan dan juga dicampakkan begitu saja. Sehingga rasa marah dan dendam begitu kuat mengakar di dalam darah.

Film horor Korea kerap dimulai dari scene penuh penindasan terhadap wanita. Selain itu adanya kepercayaan bahwa ketika seorang wanita meninggal sebelum menikah, ia tidak akan bisa diterima di akhirat. Wanita tersebut bakal hidup sebagai arwah gentayangan.

Berikut tiga sosok hantu wanita yang cukup dikenal:

Cheonyeo Gwishin (Virgin Ghost)











Hantu paling populer dan ditakuti, digambarkan sebagai arwah gentayangan dari para wanita yang meninggal sebelum menikah.

Hantu ini dideskripsikan sebagai wanita berambut panjang yang mengenakan baju putih dengan wajah pucat dan darah menetes-netes dari mulut.

Hantu ini mirip dengan sosok Sadako di Jepang. Juga kuntilanak di Indonesia, namun tanpa tawa melengking khas-nya. Kehadiran Cheonyeo Gwishin membawa malapetaka. Hantu ini hanya bisa diusir dengan menikahkannya dengan Mongdal (hantu pria yang belum menikah).